Available in: English   Bahasa   Dutch   Japanese   Go to media page

Teknologi Kebanggaan Manusia telah Mencapai Akhirnya

Sultan al-Awliya

Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

18 Maret 2011 Lefke, Siprus

As-salaamu `alaykum. (Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam `ala Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-Akhiriin, nabi akhiriz-zamaan Sayyidina wa Mawlana Muhammad wa aalihi wa shaahbihi ajma`iin wa man tabi`ahum bi-ihsaan ila yawm ad-diin.

A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim! (Mawlana Syekh duduk)

Wahai para hadirin! Wahai manusia! Wahai para pendengar dari timur ke barat, dari utara ke selatan, Allah (swt) memberi kehormatan kepada seluruh manusia dan menciptakan mereka sebagai makhluk yang paling terhormat di antara makhluk-Nya.

Wahai manusia, dengar dan patuhlah. Berusahalah untuk percaya kepada Dia yang menciptakan kalian, jiwa dan raga kalian, pikirkanlah hal itu, dan bersyukurlah kepada Tuhan kita, Pencipta kita! Keagungan tertinggi dan Kebesaran tertinggi adalah bagi Allah. Jangan coba-coba untuk bertanya tentang Keberadaan-Nya. Namun demikian, kini orang-orang sedang mabuk, tidak pernah menggunakan mentalitas mereka. Sebelum bertanya tentang Dzat Allah (swt), bertanyalah tentang diri kalian sendiri! Apakah kalian tahu siapa dirimu? Atau dari mana kalian berasal? Atau bagaimana kalian datang? Apa yang kalian ketahui tentang kehidupan ini? Juga tanyakan bagaimana kalian akan meninggalkan kehidupan ini. Apa makna sesungguhnya dari mati? Setiap orang akan mati, jadi bertanyalah, “Bagaimana aku hidup dan bagaimana aku akan mati?”

Orang-orang tidak bertanya tentang hal ini, tetapi mereka bertanya, “Siapa Allah? Di mana Dia berada?” Manusia di abad ke-21 menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu, bahkan sebelum mereka bertanya tentang identitas diri mereka sendiri! Dia adalah Dzat yang menciptakan kalian!!! Apakah kalian mengetahui bagaimana kalian diciptakan dan hidup hingga mencapai usia sekarang, bisa melihat, mendengar, berpikir, dan memahami? Mengapa kalian tidak menggunakan pemahaman kalian untuk mengenali diri kalian, untuk bertanya, “Siapakah aku? Bagaimana aku bisa berada di sini?" Allah, Allah. SubhaanAllah.

Wahai manusia di seluruh timur dan barat, dari utara ke selatan, di seluruh benua dan di seberang samudra, dalam satu minggu ini, segalanya berubah. Banyak peristiwa besar dan mengerikan telah terjadi, kalian mengetahuinya dan kalian gemetar mendengarnya! Baru satu minggu yang lalu, Jumat kemarin, sesuatu yang tak terduga telah terjadi di ujung benua, di Timur Jauh, di mana sebuah samudra bertemu benua lainnya. Samudra Pasifik sangat luas. Kadang-kadang, orang bertanya kepada saya dengan gaya ingin menunjukkan pengetahuan mereka. Saya tidak tahu apa-apa, jadi saya katakan, “Saya tidak tahu, tetapi kalian mengatakan bahwa kalian mengetahui segalanya, jadi coba katakan kepada saya, berapa ember air yang ada di dalam Samudra Pasifik dan darimana mereka berasal?” Mengapa mereka tidak memikirkan hal itu? Mereka hanya tahu bahwa, "Kami berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah." Apakah hanya itu pengetahuan kalian seluruhnya? Mereka berkata, “Kami pikir Samudra Atlantik mempunyai lebih banyak ember daripada Samudra Pasifik, oleh sebab itu, kami menggali di tempat lain dan mengambil ember lalu memasukkannya di sana. Itulah pengetahuan kami.”

La ilaha illa-Llah! Mereka mengatakan bahwa bumi, globe ini adalah seperti sebuah bola. Bagaimana Samudra Pasifik tidak tumpah? Mereka tidak mempunyai jawaban, tetapi mereka bertanya, “Siapakah Allah?" Tinggalkan itu, dan berilah saya jawaban! Bagaimana Samudra Pasifik menjaga airnya agar tidak tumpah? “Kami tidak tahu.” Kalian tidak tahu jawabannya! Satu minggu yang lalu, barangkali terlalu banyak air di Samudra Pasifik dan tidak ada tempat yang cukup untuk malaikat, jadi itu dikirimkan ke Jepang. Ya, ia terlalu banyak air, sehingga datang dan mengambil air itu.

Apa yang terjadi dengan Jepang? Di Jepang, yang mereka lakukan hanya duduk, tidur, makan, kerja, dan berpikir untuk menciptakan teknologi baru dan fitur-fitur apa yang akan dimilikinya! Jepang adalah bangsa pertama yang menggunakan tenaga nuklir. Rusia, Cina, bahkan Jerman dan Inggris berada di bawah Jepang dalam hal pengembangan nuklir. Jepang berkata, “Aku adalah yang paling hebat dalam hal teknologi dan dengannya kami bisa melakukan apa saja yang kami inginkan.” Mereka tidak mengatakan, “Ini adalah suatu kekuatan yang telah Allah (swt) karuniakan bagi kami untuk menggunakannya, itu berasal dari Tuhan kami.” Mereka malah berkata, “Kami membawa kekuatan itu melalui akal kami dan pengetahuan kami. Kami menemukannya dan menggunakannya sesuka kami.” Mereka tidak mengatakan bahwa kekuatan itu berasal dari Allah (swt) dan minggu lalu tsunami itu datang.

Orang Pakistan mengaku sebagai orang yang paling pandai, dengan mengatakan, “Kami tahu cara membuat teknologi seperti itu," Orang Jepang berkata, “Tidak, kami tahu lebih banyak.” Jepang membuat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di sana. Tawbah, Astaghfirullahal Azhiim. Satu gelombang datang dari Samudra Pasifik, dan woooooo, ia menutupi Jepang!!!

Wahai para ilmuwan kami! Di manakah kalian, wahai doktor dan profesor terpelajar kebanggaan kami? Kalian tidak pernah memikirkan hal semacam itu. Mereka bisa membangun menara seperti Namrud dan berkata, “Dengan kekuatan ini, kami dapat mengendalikan segala sesuatu di bumi ini seperti yang kami inginkan.” SubhaanAllah 'aliyil Azhiim.

Hari ini satu inspirasi langit datang kepada saya, mengatakan, “Wahai Syekh! Bagaimana menurutmu tentang kejadian minggu lalu itu?” Saya melihat bahwa dari Jumat ke Jumat berikutnya, segalanya telah berubah: mentalitas mereka, pengetahuan mereka dan kontrol mereka terhadap alam. Kini mereka sedang meneliti tentang klaim mereka untuk memilki tenaga nuklir yang sangat besar semacam itu, dan radiasi nuklir (kini bocor dari reaktor yang hancur). Manusia merasa sangat bangga bahwa mereka telah mencapai suatu kekuatan yang tinggi itu, dan mereka berkata, “Dengan kekuatan ini kami bisa melakukan apa yang kami sukai.”

Apa yang terjadi? Hari ini pengetahuan surgawi datang. karena radiasi nuklir itu membuat manusia bangga dengan menunjukkan kekuatannya, tetapi kini kekuatan mereka telah mencapai titik akhirnya. Mereka mengklaim, “Kami dapat mengontrol apapun di bumi ini dan tidak akan membiarkan siapapun mengontrol kami.” Mereka telah mencapai titik akhir dari kekufuran, kemudian satu tsunami menghancurkan pusat-pusat nuklir mereka.

Beberapa berita mendorong saya untuk melakukan salat dua rakaat untuk bersyukur kepada Tuhan Surgawi. Hari ini saya mendengar bahwa pemeritah Jerman telah memerintahkan untuk menutup semua pusat radiasi nuklir mereka. Itu berarti mereka mencapai titik tertinggi, namun tidak ada lagi kesempatan bagi mereka. Mereka mulai menghancurkan pembangkit listrik tersebut dengan tangan mereka sendiri sebelum menjadi tak terkontrol. Mereka telah mencapai puncak teknologi dan kini mulai menurun; itu artinya teknologi telah dikalahkan sekarang dan ia mulai menurun menuju titik nol. Itu membuat saya sangat senang, muntahah! Saya sangat senang karena sekarang kebanggaan manusia terhadap teknologi mereka berhasil dipatahkan, dan pemerintah Jerman telah memerintahkan untuk mematikan reaktor-reaktornya!

Sekarang tidak ada kesempatan bagi manusia untuk bangga atau percaya dengan teknologi. Pemerintah Jerman memerintahkan untuk menutup reaktor-reaktor nuklirnya karena ketika Mahdi (a) datang, (Mawlana Syekh berdiri), beliau akan mengucapkan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,” dan semua teknologi berbasis nuklir dan listrik akan berakhir! (Mawlana Syekh duduk).

Grandsyekh berkata kepada saya, “Nazim Effendi, ketika Mahdi (a) datang dan mengucapkan, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,’ semua teknologi akan sampai ke titik nol.” Itu dimulai dari sekarang, itu artinya masa Imam Mahdi (a) semakin dekat.

Alhamdulillah. Yaa Rabbii, syukur; yaa Rabbii, syukur. Saya baru akan salat dua rakaat untuk ini, bersyukur bahwa era ini telah berakhir. Alhamdulillah, teknologi sudah mati. Kini tidak ada lagi orang di pemerintahan, profesor atau ilmuwan yang berharap dapat mengontrol sesuatu di bumi dan mereka harus menyerahkan segala sesuatunya dikendalikan oleh kekuatan Surgawi. Tidak ada lagi kontrol bagi manusia, tidak ada lagi kontrol bagi Setan dan para pengikutnya, alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Wahai manusia di seluruh timur dan barat, dengarlah pesan ini dan jagalah diri kalian (untuk selalu mengikuti perintah surgawi), kalau tidak akan muncul tamparan (bencana) lainnya, dan kalian tidak akan mengetahui dari mana asalnya. Sekarang mereka mengatakan bahwa radiasi yang terjadi di Jepang akan masuk ke Kalifornia dan mereka meminta untuk menggunakan yodium untuk mencegah bahayanya. Bahkan tanpa radiasi atau aktivitas nuklir (telah tertulis bahwa) orang-orang akan tewas; miliaran orang akan tewas, sebagaimana yang dikatakan oleh Grandsyekh, “Dari lima orang, satu akan hidup dan empat akan tewas.”

Wahai manusia! Jagalah diri kalian! (Mawlana Syekh berdiri) ucapkan, “Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar wa lillahi ‘l-hamd!” (Mawlana Syekh duduk), kalau tidak, kalian akan disingkirkan (bersama mereka yang terkutuk)! Jangan katakan, “Lybia mempunyai ratusan orang (dan tidak sebanyak itu yang telah tewas),” atau, “Jepang mempunyai ribuan orang (dan hanya sepersekian saja dari penduduknya yang tewas),” tidak, tidak! Bagitu banyak orang akan tewas; dari lima miliar hanya tersisa satu miliar. Peganglah pemahaman kalian (mengenai peristiwa ini)! Jika kalian tidak memahaminya di sini, sekarang, kalian akan dibuat mengerti di kuburan kalian!

Saya menyatakan hal ini kepada pemimpin umat Kristen, kepada teman saya, Yang Mulia, Paus, dan kepada semua pemimpin agama. Saya mengatakan bahwa mereka harus mengingatkan orang-orang bahwa Hari Kiamat, Hari Kebangkitan sudah dekat.

Wahai Manusia ! Datanglah kepada Allah! Datang dan katakan, “Ya Tuhan kami, kami adalah hamba-Mu yang lemah. Berikanlah berkah-Mu kepada kami. Kirimkanlah kepada kami seseorang untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan kami dan untuk mendatangkan kebaikan kepada kami.” Berusahalah untuk menjadi orang yang baik. Jangan coba-coba untuk bersama Setan; ia sudah habis sekarang, wa lillahi ‘l-hamd!

Wahai manusia, semoga Allah mengampuni kita.

Fatihah.

Di Jerman, lima reaktor nuklir ditutup, dan tidak akan dibuka lagi. Ini adalah kabar gembira terbesar! Ini harus didengar di sepanjang timur dan barat. Seluruh tokoh agama, para pemimpin agama atau aliran kepercayaan harus menyatakan hal ini kepada para pengikutnya. Jika tidak, merekalah yang pertama kali akan dihukum dan disingkirkan ke dalam samudra, dan samudra kini telah siap untuk menelan seluruh benua! Jika perintah surgawi memerintahkan samudra, “Berdiri lima ratus meter dan pergi,” maka kelima benua akan tenggelam di bawah air! Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Satu tsunami hanya memerlukan waktu satu detik untuk menutupi lima benua dan mereka semua akan tenggelam di bawah air!

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Allah, atau kalian akan berada di bawah itu! Itu bukanlah air biasa, suhunya bukan 30 atau 40 derajat Celcius, tetapi 1.000 derajat Celcius! Itu akan seperti gelombang hitam yang melanda Jepang, dan ketika itu terjadi segala sesuatu akan meleleh, dan kalian tidak akan menemukan satu tulang pun atau bahkan suatu jejak manusia karena mereka akan berada di dalam tsunami itu.

Wahai manusia! Datanglah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya! Bangsa Siprus, Turki, Rusia, Libya, orang-orang Hijaz, setiap orang di mana-mana harus menjadi orang yang bertakwa. Ini adalah sebuah deklarasi yang sangat keras, dan ini tidak berasal dari pikiran saya. Amaan, yaa Rabbii. Amaan, Yaa Rabbii. Tawbah, yaa Rabbii. Tawbah, yaa Rabbii. Tawbah, astaghfirullah!

Fatihah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Aziiz Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, `Aziiz Allah.

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Subhaan Allah

Allah Allah, Allah Allah, Allah Allah, Sulthan Allah.

Apa yang saya katakan sekarang adalah sesuatu yang tidak dapat kalian bayangkan. Mereka membuat saya berbicara mengenai sesuatu di mana orang tidak dapat memikirkannya, mengambil segala sesuatu dari pikiran kalian dan tiba-tiba datang, selesai.

Wahai manusia! Jagalah adab kalian terhadap Allah (swt); jika tidak, segala sesuatu akan dimusnahkan. Allah, Allah, Amaan, yaa Rabbii. Tawbah, yaa Rabbii.

Fatihah.

Sekarang saya akan salat dua rakaat untuk bersyukur kepada Allah (swt) bahwa teknologi telah dikalahkan dan selesai. Ini (shuhba) sangat penting.

Fatihah.

UA-984942-2